MEDIA 15 – Rangkaian peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia di Kabupaten Boyolali berlangsung dengan sangat spektakuler. Tak sekadar upacara seremonial, perayaan tahun ini mencatatkan sejarah baru di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui pagelaran Tari Kolosal Gemati yang diikuti oleh 4.444 peserta di Lapangan Simo, Selasa (6/1/2026).
Sejak pagi buta, Lapangan Simo sudah dipadati oleh ribuan peserta yang datang dari berbagai penjuru Kabupaten Boyolali. Peserta yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN), guru madrasah, pegawai KUA, hingga penyuluh agama tampak kompak mengenakan atribut khas yang menambah estetika formasi tarian.
Tari Gemati yang dibawakan secara masal ini merupakan buah pikiran dan inisiasi dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali, H. Muhammad Miftah, S.Ag., MH. Secara filosofis, “Gemati” dalam bahasa Jawa berarti penuh kasih sayang atau merawat dengan sungguh-sungguh. Namun secara birokrasi, Gemati adalah akronim dari Gesit, Empati, Moderat, Akuntabel, Transparan, dan Inovatif.
“Melalui tari ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai pelayanan prima kepada seluruh keluarga besar Kemenag Boyolali. Gemati bukan hanya gerakan tangan dan kaki, tapi gerakan hati untuk melayani umat,” ujar H. Muhammad Miftah dalam sambutannya.
Suasana berubah menjadi haru sekaligus bangga saat tim verifikasi MURI yang diwakili oleh Ari Andriani melakukan penghitungan jumlah peserta. Setelah dinyatakan memenuhi kriteria jumlah dan keserempakan, piagam rekor MURI resmi diserahkan kepada H. Muhammad Miftah.
Sorak sorai 4.444 peserta pecah memenuhi lapangan, menandakan keberhasilan kolektif seluruh satuan kerja di bawah naungan Kemenag Boyolali dalam mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
Dalam perhelatan akbar ini, MTsN 15 Boyolali menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Seluruh keluarga besar madrasah, mulai dari jajaran pimpinan, guru, hingga staf tata usaha, tumpah ruah menjadi satu dalam barisan penari. Kekompakan tim MTsN 15 Boyolali juga menjadi salah satu motor penggerak kesuksesan di lapangan.
Kebanggaan madrasah semakin memuncak ketika salah satu guru terbaik perwakilan dari MTsN 15 Boyolali Nadya Metiska Rizky terpilih dan dipercaya menjadi Instruktur di panggung utama. Penunjukan ini membuktikan bahwa kualitas SDM dari MTsN 15 Boyolali diakui mampu memimpin ribuan massa dalam agenda besar tersebut.
Pasca pemecahan rekor, kegiatan berlanjut dengan Jalan Sehat Kerukunan. Rute yang mengambil area strategis di Kecamatan Simo ini berlangsung semarak. Barisan panjang peserta mengular, membaur dengan warga sekitar, menciptakan pemandangan kerukunan umat beragama yang nyata.
Kemeriahan jalan sehat semakin lengkap dengan penampilan tim-tim drumband dari berbagai madrasah yang menyuguhkan aransemen musik yang enerjik sepanjang rute. Di titik finish, panitia telah menyiapkan ribuan kupon dengan hadiah utama yang sangat menggiurkan, mulai dari sepeda listrik, sepeda gunung, hingga berbagai peralatan elektronik rumah tangga.
Rangkaian kegiatan yang berjalan lancar dan mengesankan ini menyisakan pesan mendalam bagi seluruh instansi di bawah Kementerian Agama. Melalui semangat HAB ke-80, diharapkan sinergitas antar-satker, termasuk madrasah dan KUA, semakin solid.Harapan besar digantungkan agar nilai-nilai Gemati (Gesit, Empati, Moderat, Akuntabel, Transparan, dan Inovatif) benar-benar menjadi budaya kerja nyata. Semoga dengan pencapaian rekor MURI ini, semangat transformasi layanan umat di Kabupaten Boyolali, khususnya di MTsN 15 Boyolali, terus meningkat demi mewujudkan madrasah yang mandiri dan berprestasi di masa-masa mendatang.