MEDIA 15 – Suasana halaman Kampus 1 MTsN 15 Boyolali tampak berbeda pada Sabtu pagi (17/01/2026). Ratusan siswa kelas VII, VIII, dan IX beserta jajaran guru dan pegawai berkumpul dalam balutan kekhusyukan dan antusiasme tinggi untuk memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H.
Mengusung tema “Mengambil Hikmah Isra’ Mi’raj untuk Membentuk Pribadi yang Taat Beribadah dan Berakhlak Mulia”, kegiatan yang berlangsung pukul 07.00 hingga 09.30 WIB ini sukses menyita perhatian seluruh warga madrasah.
Acara dibuka dengan pembacaan Asmaul Husna dan Shalawat Nariyah yang dipandu oleh Hanif Fithra Hasan, S.Pd. (Guru Bahasa Arab). Suasana semakin syahdu saat ananda Lutviana Nurul Hidayati, siswi kelas VII A, melantunkan ayat suci Al-Qur’an dengan suara merdu yang menggetarkan hati para hadirin.
Kepala MTsN 15 Boyolali, Suyanto, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh panitia. Beliau menekankan pentingnya adab dalam menuntut ilmu.
“Saya berpesan agar seluruh siswa mengikuti pengajian ini dengan tertib. Serap setiap ilmu yang disampaikan untuk kemudian diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur beliau.
Puncak acara ditandai dengan kehadiran Ustadz Yulianto, S.Pd.I., M.Pd. Riuh tepuk tangan siswa menyambut langkah beliau menuju panggung. Dengan gaya komunikasi yang khas remaja dan diselingi jokes segar, Ustadz Yulianto berhasil menghidupkan suasana. Tak hanya itu, pemberian reward bagi siswa yang berani menjawab tantangan membuat interaksi semakin dinamis.
Dalam materinya, Ustadz Yulianto menekankan bahwa nilai seorang manusia tidak terletak pada paras wajah atau kekayaan, melainkan pada kualitas nilai kepribadiannya. Ia menggunakan analogi “Gelas dan Air” untuk menjelaskan kebersihan jasmani dan rohani. “Air adalah rohani kita, dan gelas adalah jasmani kita. Keduanya harus selaras dan bersih agar memberikan manfaat,” jelasnya dengan bahasa yang mudah dipahami siswa.
Suasana haru sekaligus semangat memuncak saat Ustadz Yulianto mengajak seluruh hadirin bernyanyi bersama sebuah syair tentang kelapangan hati: “Bila hati kian lapang, hidup susah tetap senang… Tapi bila hati sempit, semuanya terasa rumit…”
Menutup tausiyahnya, beliau mendoakan agar seluruh siswa MTsN 15 Boyolali dapat melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya tanpa meninggalkan salat lima waktu sebagai kunci keberkahan hidup.
Rangkaian acara diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Sri Eko Joko Santoso, S.Pd.I., M.Pd.I. Melalui kegiatan ini, pihak madrasah berharap momentum Isra’ Mi’raj bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi titik balik bagi siswa untuk memperkuat fondasi ibadah dan memperbaiki akhlak, sehingga lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara spiritual.